Plt. Kepala BBRMP Riau Hadiri Implementasi SSM QC dan Lepas Sambut Pejabat BKHIT Riau
Pekanbaru – Kehadiran Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si., M.Si., menjadi penegas komitmen penguatan kolaborasi lintas unit kerja Kementerian Pertanian dan Badan Karantina Indonesia dalam kegiatan Implementasi SSM QC yang dirangkaikan dengan Lepas Sambut Pejabat Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Riau, Rabu (22/01/2026).
Kegiatan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara sistem karantina dan penerapan modernisasi pertanian dalam mendukung kelancaran lalu lintas komoditas, khususnya kegiatan ekspor dari Provinsi Riau.
Kolaborasi ini diarahkan pada penguatan mutu, keamanan, dan ketertelusuran komoditas pertanian melalui integrasi penerapan teknologi modernisasi pertanian dengan sistem karantina yang andal dan berstandar sekaligus berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Riau periode sebelumnya, Sokhib, S.Pi., M.P., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan seluruh mitra kerja. Kepada eksportir untuk aktif memanfaatkan SSM QC sebagai instrumen peningkatan kualitas layanan dan hasil pengujian, sehingga proses ekspor dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Kepala Balai Karantina Riau yang baru, Abdur Rohman, S.St.Pi., M.Si., menyatakan kesiapan untuk melanjutkan amanah kepemimpinan serta memperkuat kerja sama lintas sektor. Ia juga mengajak seluruh stakeholder, termasuk BBRMP Riau, untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan layanan karantina yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui implementasi SSM QC dan penguatan kolaborasi dengan BBPMP Riau, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Riau diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan karantina secara berkelanjutan, mendukung kelancaran ekspor, serta memperkuat posisi Riau sebagai salah satu simpul strategis perdagangan komoditas pertanian dan perikanan nasional.